Rabu, 21 September 2011

JARINGAN INTERNET


BAB II
JARINGAN INTERNET


A.     Sistem Jaringan Internet
1.      Pengertian
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainya yang terhubung dalam satu kesatuan, sehingga memungkinkan pengguna untuk dapat bertukar data maupun peralatan dalam waktu secara bersama-sama. Setiap komputer, printer ataupun periferal yang terhubung kedalam jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan, atau bahkan jutaan node.
Manfaat yang dapat diperoleh dari jaringan komputer adalah:
a.      Resource sharing, yaitu penggunaan sumber daya yang ada secara bersama-sama.
b.      Reliabilitas tinggi, adalah memiliki sumber-sumber alternatif persediaan dengan cara mengcopy file-file atau data ke komputer lain yang terhubung dengan jarigan.
c.       Menghemat uang, dengan menggunakan jaringan, perusahaan dapat menghemat peralatan yang harus digunakan misalnya printer.
d.      Sarana komunikasi, melalui jaringan para pengguna dapat saling berkomunikasi baik secara lisan maupun berbentuk tulisan.

2.      Prinsip Kerja Jaringan Komputer
a.      Metode pengiriman dan penerimaan data
1)      Transmisi Unicast, yaitu paket data dikirimkan dari satu komputer ke satu alamat tujuan.
2)      Transmisi Multicast, yaitu paket data dari komputer pengirim disalin dan dikirimkan ke beberapa alamat tujuan dalam kelompoknya.
3)      Transmisi Broadcast, yaitu paket data dari alamat pengirim disalin dan dikirimkan ke semua alamat tujuan dalam jaringan.
b.      Keamanan Data dalam Jaringan
Komputer yang terhubung dalam sebuah jaringan rawan terhadap penyusupan dari luar.
Hacking adalah usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengekplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan secara ilegal.
Cracking adalah usaha memasuki sebuah jaringan secara ilegal dengan maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang disimpan di komputer-komputer yang terhubung dengan jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut hacker sedangkan pelaku cracking disebut cracker.
Ada beberapa cara yang digunakan oleh hacker dan cracker antara lain:
1)      Spoofing, yaitu penyusup masuk lewat identitas user asli.
2)      Scanner, yaitu penyusup menggunakan software secara otomatis mendeteksi kelemahan jaringan yang disusupi.
3)      Sniffer, bekerja memonitor jaringan komputer.
4)      Password Crakcker, dengan cara membuka password yang sudah dikodekan
5)      Destructive device, berupa virus yang dibuat untuk menghacurkan data-data
Untuk menjaga data-data yang tersimpan dalam jaringan komputer, dikembangkanlah beberapa teknik pengamanan data seperti berikut:
1)      Internet firewall berfungsi untuk mencegah akses pihak luar ke sistem internal.
2)      Kriptografi, yaitu seni menyandikan data. (enkripsi yaitu merubah data asli menjadi data sandi, sedangkan dekripsi merubah data sandi menjadi data asli).
3)      Secure Socket Layer (SSL), yaitu sistem yang dipasang dalam browser untuk menyandikan data.
B.      Jenis-jenis Jaringan Komputer
Secara umum jaringan komputer berdasarkan jangkauannya terdiri dari empat jenis, yaitu:
a.      Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran beberapa kilometer.

b.      Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar. Jangkauan MAN mencakup sebuah kota yang berjarak puluhan kilometer.

c.       Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis  yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua.

d.      Internet, merupakan kumpulan jaringan yang terinterkoneksi diseluruh dunia.

C.      Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan struktur geometric yang digunakan dalam membuat sebuah pola jaringan. Terdapat enam Network Topology, yaitu Star, Mesh, Ring atau Token Ring, Bus, Tree, dan Hybrid. Topologi tidak tergantung pada medianya, semua jenis topologi terdapat kerugian maupun keuntunganya. Berikut beberapa media yang sering digunakan dalam pembuatan topologi, yaitu: Twisted pair, Coaxial cable, Optical cable, dan Wireless.

Jenis-jenis topologi:
1.      Topologi Bus atau Daisy Chain.
-          Satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, sepanjang kabel terdapat node-node.
-          Umum digunakan, karena sederhana dalam instalasi.
-          Signal melewati kabel dalam dua arah, memungkinkan terjadi collision.
-          Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
-          Kelebihan: harganya murah (kabel yang digunakan murah), tidak dibutuhkan konsentrator.
-          Kekurangan: sering terjadi tabrakan file, bila dikembangkan ke arah yang lebih luas mengalami hambatan.

2.      Topologi Ring
-          Lingkaran tertutup yang berisi node-node.
-          Sederhana dalam layout
-          Signal mengalir dalam satu arah
-          Menggunakan consentrator
-          Kelebihan: dapat menghindari tabrakan file, biaya pembangunan jaringan lebih murah bila dibandingkan dengan topologi star, mudah untuk membangunnya, semua komputer dalam jaringan memiliki status yang sama.
-          Kekurangan: apabila terjadi kabel putus, semua komputer tidak dapat digunakan, sulit untuk mengembangkan jaringan ke arah yag lebih luas.
3.      Topologi star
-          Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
-          Mudah dikembangkan, karena setiap node terhubung langsung ke central node.
-          Jika satu kabel terputus, tidak akan mempengaruhi jaringan lain.
-          Dapat menggunakan kabel yang “lower grade” seperti UTP.
-          Kelebihan: jaringan mudah dikembangkan dengan cara menarik kabel ke arah konsentrator, jika ada salah satu kabel yang putus tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan, kontrol manajemen lebih mudah karena semua terpusat pada satu titik (sentralisasi).
-          Kekurangan: jika konsentrator rusak (semua komputer dalam jaringan tidak dapat berfungsi), jika data yang dikirimkan dalam waku yang bersamaan akan terjadi collision.
4.      Topologi Extended Star
-          Setiap node berkomunikasi langsung dengan subnode, dan subnode berkomunikasi langsung dengan central node.
-          Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
-          Kelebihan: jika satu kabel subnode terputus, maka subnode yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap subnode akan terputus.
-          Kekurangan: tidak dapat menggunakan kabel dengan “lower grade” karena hanya menangani satu traffic node.
5.      Topologi Hierarchical
-          Topologi ini biasa disebut dengan topologi tree
-          Dibangun seperti topologi extended star
-          Kelebihan: mudah dikembangkan, semua data perusahaan terpusat dalam satu area kerja, kontrol manajemen lebih mudah karena sentralisasi dibagi menjadi beberapa tingkatan.
-          Kekurangan: dapat terjadi tabrakan file data, bila terjadiputs kabel ditingkat atas (komputer ditingkat bawahnya tidak dapat digunakan).
6.      Topologi Mesh
-          Dibangun dengan memasang link diantara workstation
-          Digunakan pada jaringan komputer kecil
-          Kelebihan: setiap komputer dapat berhubungan dengan komputer lain secara bebas, apabila ada saluran yang tidak dapat digunakan, saluran lain masih dapat digunakan.
-          Kekurangan: biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan sangat mahal, karena banyak saluran yang dibangun, kontrol manajemen sangat sulit diterapkan.
D.     Tipe Jaringan
1.      Jaringan Berbasis Server
Jaringan berbasis server atau client-server diartikan dengan adanya server di dalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut.
Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya:
-          Media penyimpanan data yang terpusat
-          Memberikan kemudahan melakukan back-up data di saat kritis.
-          Pemeliharaan data lebih mudah karena data tidak tersebar dibeberapa komputer.
-          Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak
-          Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser.
-          Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.
2.      Jaringan Peer to Peer
Jaringan peer to peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah komputer sedikit, dibawah sepuluh komputer.
Keuntungan jaringan peer to peer adalah sebagai berikut:
-          Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server.
-          Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah
Kerugian menggunakan jaringan peer to peer adalah:
-          Sharing sumber daya pada suatu komputer di dalam jaringan akan sangat membebani komputer tersebut.
-          Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan  sangat lemah.
3.      Jaringan Hybrid
Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan diatas. Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer to peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar