Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2019

2019

Tahun 2019 saya tidak menulis apapun, kecuali ini.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pendidikan Karakter

Susahnya menghilangkan rasa malas untuk menulis adalah salah satu karakter kita yang seharusnya dapat dihindari, jika memang kita berniat untuk selalu meningkatkan kemampuan diri khususnya dalam kemampuan menulis.

Bukan itu sebenarnya inti dari tulisan yang saya maksud dalam postingan saat ini. heheheh,.. Jika kita mengetik di google "karakter adalah" maka tulisan yang akan muncul kurang lebih seperti ini "Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya". Gampangnya karakter adalah sifat seseorang, betul? (betul aja lah biar cepet).

Muncul sebuah pertanyaan dan keheranan dalam benak ini, aneh... bener bener aneh,.. saya tidak habis pikir jika pengembangan karakter yang hakikatnya identik dengan pengharapan kualitas terbaik dari diri seseorang, disampaikan oleh orang yang terlihat secara kasat mata dan dirasakan keberadaanya jauh dari karakter baik yang diharapkan. Contoh karakter siswa yang diharapkan oleh semua orang adalah karakter terbaik, sementara pengenalan, pembiasaan karakter tersebut disampaikan atau diberikan oleh seorang guru yang sudah jelas terlihat, terasa, terindikasi, terbukti guru tersebut memiliki karakter yang jelek, di bawah nilai ukuran karakter standar. Anda pasti sudah bisa membayangkan hasilnya seperti apa?, meskipun hal lain dapat dijadikan sebuah alibi atau pembelaan bahwa mungkin saja siswa memiliki karakter lebih baik dari gurunya. heheheh,...

Ini hanya sebuah keheranan tingkat kecamatan, heheheh kekhawatiran yang mungkin saja tidak perlu dikhawatirkan, heheheh... Intinya adalah jika kita memang berkeinginan menciptakan, mengembangkan, membudayakan karakter terbaik di diri orang lain, maka karakter kita sendirilah yang harus menjadi ukuran keberhasilan tersebut.

Tersenyum, salah satu karakter terbaik kita

Selamat memperbaiki karakter kita masing-masing, dan budayakan karakter terbaik kita kepada orang lain agar lebih bermanfaat. Dan ingat mempermudah kepentingan orang lain adalah salah satu karakter terbaik kita yang harus selalu dipupuk agar lebih bermanfaat.






Kamis, 29 September 2016

Tunjangan Profesi

Sebagian besar orang-orang mengenal Tunjangan Profesi dengan sebutan Sertifikasi, hehehhe.. saya tidak berani menyebut itu salah atau keliru, karena saya tidak sedang membahas masalah salah dan tidak (anda yang membaca lebih paham). Sore ini saya hanya sedang meminum kopi hangat ditemani lagu Demi Cinta nya Kerispatih dan hujan rintik-rintik diluar sana. 

Saya menerima e-mail dari kawan yang bekerja di sekolah lain yang sama-sama punya tugas menyiapkan pemberkasan Tunjangan Profesi. Setiap satu triwulan sekali secara kolektif sekolah mengirimkan berkas yang diperlukan untuk kepentingan pencairan Tunjangan Profesi. Secara kebetulan saya membaca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. Disana dengan jelas terpampang maksud dari Tunjangan Profesi, pasal 1 dalam Peraturan Menteri ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya

Pertanyaan saya adalah:
  1. Apakah semua guru yang memegang selembar kertas sertifikat, sudah dapat disebut guru profesional?
  2. Apakah guru pemegang sertifikat tersebut sudah memahami PP Nomor 74 tahun 2008 tentang guru, Bab IV mengenai Beban Kerja seorang guru pasal 52, bahwa beban kerja guru mencakup kegiatan merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik dan melaksanakan tugas tambahan yang melekat lainya. Selain itu apakah mereka pemegang sertifikat tersebut sudah memahami bahwa 40 jam tatap muka dalam satu minggu itu merupakan bagian jam kerja dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37, 5 jam kerja dalam satu minggu?
Tentunya pertanyaan saya ini bukan sebagai quis yang harus dijawab dengan cara ketik spasi kirim ke 3344, atau untuk diperdebatkan secara tekstual. hihiiihhi,... ini hanya pertanyaan yang muncul ketika kita sama-sama berada dalam satu tanggung jawab yang sama mencerdaskan anak bangsa, hihihihi,...

Saya pernah menghitung rata-rata waktu kerja guru dalam sehari jika ingin memenuhi 37,5 jam dalam satu minggu kurang lebih seperti ini:

Rata-rata hitungan jam kerja guru (07.30 = masuk, 15:00=pulang) | itu pas nya yaaa, kalau kurang kita yang nanggung akibatnya, kalau lebih juga kita yang akan dapat bonusnya, hihihihiii
Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapapun, tidak berniat memamerkan hapalan Permen dan PP, hihihih.. (percayalah aku juga niron-kan ada bertebaran di Luna Dunia Maya). Ini saya maksudkan agar semua orang yang merasa bertanggung jawab akan sebuah amanah, mari sama-sama kita perankan diri kita sebagai aktor yang paling maksimal dalam setiap sesi kehidupan kita di dunia yang sementara ini, hihihihiih...sedih!

Dan mari kita ngopi, sambil merenung siapa yang pantas dapat penghargaan itu? iya... itu yang dicetak tebal dan digaris bawahi. hihihihhhi












 

Sabtu, 24 September 2016

PAMS BWI 2016

Tahun 2016, masih menjadi tahun kegiatan PAMS BWI (Program Akselerasi Mutu Sekolah Berwawasan Internasional) untuk sekolah-sekolah yang telah menjadi sekolah sasaran program tersebut. Meski bukan menjadi sasaran tembak dari program tersebut, saya selaku anak bawang (Hiihihi..) selalu di ikutkan dalam kegiatan tersebut, hal itu bukan karena saya memiliki kualifikasi dalam program tersebut, akan tetapi lebih kepada tidak adanya tukang masangin kabel (cocolok) sama masangin LCD projektor, eheheh,....

Dalam program PAMS ini saya berperan di bidang pengelola website sekolah (hanya pengelola ya,.. hihi bukan pembuat, apalagi yang mendisain), beberapa sekolah yang sama-sama ikut serta dalam program ini memang menyiapkan orang-orang seperti saya, tetapi mereka jelas lebih pakar dan paham akan pekerjaan itu.

Dalam keterbatasan ilmu, dengan berusaha sekuat tenaga, hihiiii,..saya mencoba menerjemahkan beberapa "tagihan" yang menjadi konsekuensi peserta atau sekolah sasaran PAMS tersebut, diantaranya menyiapkan dan mengelola website sekolah sebagai indikator bahwa sekolah siap eksis dan mendukung kegiatan yang dimaksud. Tidak hanya sebatas menyiapkan, bahkan saya dituntut menyusun strategi agar maksud dan tujuan dalam program tersebut tercapai serta menghasilkan manfaat terutama bagi sekolah sasaran PAMS BWI.

E-learning adalah masalah utama yang saya hadapi. Dalam pendampingan awal program ini memang semua sekolah sepakat dan siap dengan fitur e-learning ini, yakni siap untuk dimunculkan dalam tahapan pengembangan program di tahun ketiga. Namun setelah kegiatan ini berjalan dengan rencana, ternyata apa yang saya bayangkan tidak semudah yang diharapkan (ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai) hihhiii,... ternyata program e-learning tersebut "mentok" saudara-saudara, lantaran apa mentok?, karena eh.... karena, sumber daya kurang mendukung.

Peralatan, faktor ekonomi, fitur aplikasi, waktu, dan koneksi (jaringan) menjadi beberapa masalah yang timbul menyertai keberlangsungan program tersebut. Setelah berdiskusi dengan para stakeholder, maka kita sepakat yang semula aplikasi edmudo kita gunakan, beralih kepada blog. Meski secara teknis blog belum sepenuhnya memiliki peranan maksimal dalam kegiatan e-learning, akan tetapi ini cukup mewakili solusi dari beberapa keterbatasan yang kami miliki.

Kegiatan Pelatihan Web Blog bagi Guru-guru
Idealnya, semua siswa memiliki acount tersendiri dan guru memiliki acount tersendiri pula, kemudian siswa memiliki gadget yang dapat digunakan untuk berinteraksi dalam kegiatan e-learning, tetapi keterbatasan website "seribu umat" (CMS Balitbang) yang kami miliki belum sepenuhnya dapat memfasilitasi kegiatan tersebut, terlebih ada hal yang cukup menjadi masalah bagi kami yaitu kemampuan siswa dan peralatan yang kurang mendukung. Dari survei yang dilaksanakan, hanya ada kurang dari 20% siswa yang memiliki gadget dalam mendukung kegiatan e-learning.

Solusi yang paling mendekati ketercapaian indikator kerja kunci tambahan adalah guru memiliki blog, dan siswa dapat mengakses program pembelajaran, tugas, serta materi pembelajaran dalam blog guru tersebut, dengan interaksi selanjutnya dapat dilaksanakan secara offline. Sehingga dengan demikian, ketertarikan guru terhadap dunia IT bertambah, budaya transformasi informasi secara digital semakin berkembang, siswa dan guru melek IT, wawasan internasional semakin mungkin untuk dicapai.

Dari hasil pelatihan, antara pembuatan edmudo dengan pembuatan blog, ternyata pembuatan blog lebih disenangi dan di apresiasi oleh guru-guru, hal itu terlihat dari hasil kepemilikan alamat blog dalam dua hari setelah pelatihan sudah 70% guru memiliki blog dan 30% diantaranya sudah terisi dengan berbagai rubrik, baik itu materi, RPP, tugas, dan bahkan penilaian.

Klik Disini untuk melihat beberapa alamat blog guru hasil pelatihan yang saya bimbing di SMP Negeri 1 Cugenang.

Kegiatan Pendampingan Ke-2 PAMS BWI Tahun 2016



Rabu, 14 September 2016

Cek Kadar Gula Darah

Saat saya ditanya sudah cek kadar gula darah, maka jawaban saya selalu sama, "saya tidak mau cek kesehatan, sekiranya keadaan badan saya baik-baik saja" hihihihi,.. sebetulnya lebih dekat jawabannya takut tertekan, jika memang hasil pengecekan ternyata ada apa-apa dengan kondisi tubuh ini.

Tapi dengan kesadaran akan usia yang semakin bertambah, maka rasa penasaranpun semakin tinggi, hingga pada akhirnya ketika ada kesempatan (chek gratis) hihihi,.. maka hal itu pun terjadi. Ya,... chek gula darah, dan hasilnya alhamdulillah tidak terlalu menghawatirkan (aman-aman saja).

Menurut orang yang lebih paham akan kondisi kadar gula darah, katanya penyakit gula adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh.

Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan.Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang menargetkan sel-sel di lever (hati). 

Kemudian sel-sel ini mengubah glikogen menjadi glukosa (proses ini disebut glikogenolisis). Glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah. Apabila level gula darah tinggi hipertensi meningkat, entah karena perubahan glikogen, atau karena pencernaan makanan, hormon yang lain dilepaskan dari butir-butir sel yang terdapat di dalam pankreas. Hormon ini, yang disebut insulin, menyebabkan hati mengubah lebih banyak glukosa menjadi glikogen. Proses ini disebut glikogenosis), yang mengurangi level gula darah. Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh tidak cukup atau tidak dihasilkannya insulin, sementara tipe 2 disebabkan oleh respon yang tidak memadai terhadap insulin yang dilepaskan “resistensi insulin”. Kedua jenis diabetes ini mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa yang terdapat di dalam darah. 

Untungnya setelah di cek kadar gula dalam tubuh saya 139 mg/dl, kondisi tersebut diperoleh setelah makan kurang lebih 1 jam, maka itu artinya kadar gula saya STANDAR. (alhamdulillah).
hasil cek kadar gula darah


Senin, 18 Januari 2016

Ciri-Ciri Orang Kreatif!

Mau tau ciri-ciri orang kreatif? Kamarnya berantakan!
Yap, kamar yang berantakan itu karena sang penghuni terlalu sibuk menjadi kreatif, melompat dari satu ide ke ide lainnya dan nggak memiliki waktu untuk membersihkan coretan-coretannya, misalnya.
Nggak bercanda kok. Sebuah studi dari University of Minnesota menunjukkan bahwa rumah atau kamar berantakan sebenarnya disebabkan pemikiran yang lebih kreatif.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan berantakan menunjukkan bahwa orang ingin melawan arus dan menggunakan pikiran mereka untuk ide-ide baru yang tidak biasa.
Tentu semua orang ingin menjadi kreatif. Namun, masih diragukan apakah dengan membuat ruangan berantakan dengan sengaja, maka berarti kamu adalah orang yang kreatif.
Namun, seenggaknya ada penjelasan mengapa meja belajar yang kayak ladang ranjau, tetapi tetap bisa berhasil meraih nilai tinggi
(http://hai-online.com/Self-Improvement/Psycho/Ciri-Ciri-Orang-Kreatif-Adalah-Kamar-Berantakan)
Ini tulisan yang salah atau yang merasa kamarnya berantakan memang dia kreatif? 
yang jelas, kamar kerja saya tidak cukup rapih! hehehehhe



Selasa, 29 Desember 2015

Selamat Ulang Tahun

Harus!, itu kata yang tepat untuk menuliskan cerita si kecil adik Sahara, sebab kalau tidak, bisa jadi masalah besar 12 atau 15 tahun yang akan datang saat si mungil ini sudah bisa memahami istilah sebuah perbedaan. Heheheh,.. dulu memang bersemangat sekali ketika kakak Savanna lahir dan tumbuh besar saya menuliskan tentangnya, namun entah karena kesibukan atau hal lain, menulis cerita si adik agak lupa, heheh itu bukan berarti saya membedakan kasih sayang, akan tetapi lebih karena cara pengungkapan yang berbeda. Mungkin karena adik anak kedua kami, sehingga fokus pemeliharaan (kaya ayam) hehehe lebih kepada fisik semata, tidak sampai menyentuh dunia maya, hehehhe.

Baiklah, pemirsah,... Sahara adalah putri kedua kami yang lahir akibat kecelakaan (rencana nya mau beda empat tahun) tapi berhubung pil KB nya sering dibuat mainan sama kakak Savanna (jadi beda 3 tahun), maka jadilah dengan kekuasaan Allah SWT, manusia hanya bisa berencana, hehehehh.... Sahara lahir pada tanggal 29 Desember 2014 (sangat unik, menurut versi kami) karena dia lahir bertepatan dengan pembagian SK CPNS bapaknya,  ya,... pada saat itu tepat pukul 05.00 (kurang lebih) istri saya udah goyang 25 sampe-sampe saya loncat ambil motor mengantar ke bidan (suami siaga) tepat pukul 06.00, adik masih belum keluar juga, karena hari itu sama-sama hari terpenting dalam sejarah hidup saya, maka dengan rela sang istri memberikan izin untuk ditinggalkan (daripada gak jadi dapet Sk heheheh mungkin,...) jam 06.30. saya berangkat ke Kantor Pemda untuk ikut upacara penyerahan SK. Pas saya sampe sekitar pukul 07.00 kakak saya nelpon kalo bayi nya dah keluar (alhamdulillah selamat). Hari itu Allah SWT memberikan dua kebahagiaan sekaligus.
Pulang dari upacara langsung gendong adik
Apa kabar kakak Savanna, mungkin karena "saingan effect" entah kenapa dari semalam (pas besoknya adik lahir) kakak Savana mendadak panas dingin, tapi gak rewel kayak sakit. pas di liatin ke adiknya, dia kaya aneh gitu hehehehhe,....

bingung ya kak, siapa itu (seseorang yang akan bikin kakak ketawa dan kadang menangis)
Ini kok judul sama cerita gak nyambung sih,... sebenarnya nyambung aja, soalnya saya menulis cerita ini tepat pada saat adik berulang tahun yang ke 1 tahun, Selamat Ulang Tahun Adik, semoga ananda menjadi anak yang sholehah, manfaat dan selamat dunia akherat. amin

Selasa, 18 November 2014

Persiapan UAS semester I

Khusus bagi peserta didik yang tidak hadir di kelas pada minggu ini (tanggal 17 s.d. 22 November 2014) atau bagi mereka yang belum siap menghadapi Ujian Praktek, berikut bapak berikan kesempatan untuk berlatih dan mengerjakan evaluasi.


Latihan Praktek UAS Semester I  (silakan berlatih untuk menghadapi Ujian Praktek)

Evaluasi Semester I (teori)  (dikerjakan di buku catatan)

Rabu, 12 November 2014

Ayah!

Titip Rindu Buat Ayah
oleh: Ebiet G Ade

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa 
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu 
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras 
namun kau tetap tabah hm... 

Meski nafasmu kadang tersengal memikul beban  
yang makin sarat kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan 

Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari 
kini kurus dan terbungkuk hm... 
Namun semangat tak pernah pudar 
meski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu untuk menuai padi milik kita 
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan 
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini 
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan 

Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari 
kini kurus dan terbungkuk hm... 
Namun semangat tak pernah pudar 
meski langkahmu kadang gemetar kau tetap setia

Senin, 25 Agustus 2014

Kurikulum 13 ,. heheh

Kalo baca tulisan angka 13 jadi inget film dulu yang ada sangkut pautnya sama angka 13, eheheh serem abis pokoknyamah. Ini mungkin sedikit memperjelas kenapa sebagian siswa ada yang menuliskan kekesalan kurtilas sampe berulang ulang bahkan dalam status media sosial mereka yang semestinya berisi kebanggaan terhadap inovasi pendidikan yang katanya lebih baik, tapi mereka malah mencibirnya habis-habisan hehehehhe,...(padahal apa hubunganya film yang ada 13 nya dengan kurikulum 13),. pokonya sambungin aja!

Sabtu, 28 Juni 2014

Peringatan! Belilah mainan untuk anak sesuai dengan peruntukan usianya.


Jam 14.00
Beli mainan di toko mainan (masa di toko bangunan)